SENDIRI

Teman,……sering dalam jenak kehidupan kita lupa memaknai akan kesendirian. Sering muncul keluh kesah dalam lisan kita tatkala tiada lagi saudara yang menyertai tapak kaki kita. Atau keluarnya wajah-wajah masam tatkala tiada lagi tempat berkeluh kesah, tiada lagi penampung cerita kita. Bahkan sering dengan kesendirian itu memundurkan langkah kita dari aktifitas yang selam ini kita lakukan.

Teman……kita juga sering tiada menyadari dan mengakui nikmatnya sebuah kesendirian. Kesendirian untuk mencintai RabbNya, kesendirian dalam mengiqob diri, kesendirian untuk menangisi betapa banyak nikmat yang terlupa kita syukuri, kesendirian untuk memunguti keping-keping cintaNya yang tersebar di muka bumi.

Teman.…. Kalaulah kita mau berhenti sejenak. Menatap dan merunduki ayat-ayatnya maka akan kita temukan bahwasanya kesendirian adalah sebuah sunatullah. Kesendirian itulah yang nantinya akan menemani setiap langkah kita. Ketika kita hanya berharap akan ridho Allah, maka kesendirian itu akan bernilai. Kesendirian akan mengukur sejauh mana komitmen kita terhadap nilai-nilai syar’I yang harus kita tegakkan. Kesendirian akan mampu menjadi tolok ukur sejauh mana kita menegakkan muroqobatullah………. bahwasanya apapun yang kita lakukan Allah yang Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu akan senantiasa menilai setiap amalan kita meskipun sebesar biji dzarah.

Teman.…..Ketika menghadap Allah pun kita tertunduk sendirian bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan. Tatkala di alam kubur kita juga sendirian hanya ditemani amal-amal yang telah kita lahirkan.

Teman, nikmatilah kesendirian dengan cara yang benar. Nikmati dengan penuh ketundukan kepada segala aturanNya. Nikmati segala apa yang telah diberikanNya. Nikmati kesendirian dengan penuh kepasrahan dan tawakal untuk mengarungi segala skenario kehidupan yang telah diberikan oleh Rabb Pengatur hidup kita maka akan kita temukan ternyata setiap skenarionya tidak ada yang tidak bermakna.

(Sumber : http://www.boemi-islam.com)

About roviul rizal

saya hanyalah manusia yang akan selalu belajar untuk istiqomah

Posted on 9 February 2011, in artikel islam, renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: