Monthly Archives: May 2011

Kenapa Harus Nyamuk???


..nyamuk..

Nyamuk yang banyak kalangan manusia menganggap adalah suatu makhluk yang tidak memiliki manfaat untuk manusia, hanya merugikan manusia, dan bahkan ada yang memiliki anggapan kalau nyamuk adalah suatu makhluk yang harus dimusnahkan secara total. Mereka (para manusia yang memiliki anggapan seperti itu) hanya melihat suatu hal akan ciptaan Allah pada salah satu aspek, tanpa melihat dari keseluruhan aspeknya.

Oke, hari aspek negative dari manusia sendiri, nyamuk memang sangat mengganggu kita dalam melakukan sesuatu. Didalam sholat, disaat kita sangat akan khusyu’ tiba-tiba nyamuk menghampiri kita dan menghisap darah kita, pasti kita akan terganggu dalam sholat karena bekas yang di suntik oleh jarum nyamuk akan menimbulkan rasa gatal dan kita akan merasa terganggu dengan secara reflek kita akan menggaruknya. Ada yang melihat nyamuk hanya dari nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah saja. Bahkan masih banyak hal-hal yang membuat diri kita semakin kesal akan nyamuk.

Tetapi dari sisi positifnya dapat kita rasakan bahwa dengan suntikan dari nyamuk akan membuat kita akan merasakan nikmatnya dari menggaruk. Menggaruk tidak mesti nikmat lho….coba kita rasakan menggaruk tubuh kita tanpa adanya rasa gatal trlebih dahulu, maka rasa dari garukan itu tidak akan senikmat garukan pada rasa gatal…jadi bersyukurlah kita… Read the rest of this entry

Advertisements

DO (Dakwah Oriented) ==> DO (Drop Out)….Jangan sampai !!!!


Melihat realita yang terjadi pada zaman-zaman dmana dakwah mungkin masih baru memasuki kampus, banyak mahasiswa yang akan memperoleh double degre, yaitu sarjana … dan da’i kebanyakan dari mereka lulus melebihi target yang sudah mereka tentukan…

begitu besar perjuangan mereka (meskipun masih kecil di banding zaman dahulu) dalam berdakwah di kampus-kampus, sehingga merekaharus menunda kelulusan dan bahkan tidak banyak dari mereka yang DO (Dakwah Oriented) bahkan yang dihasilkan pun banyak yang DO (Drop Out) juga dari kampus mereka…

entah apayang membuat mereka bisa sampai DO, apakah memang militansi mereka kepada islam atau kurangnya menejemen untuk mengatur waktu mereka..sungguh seorang muslim seharusnya bisa memenejemen waktu mereka, sehingga semuanya bisa teratur. tp memang keadaan yang memaksanya, dimna dalam dakwah ini hanya sedikit yang dapat di “JERUMUSKAN” kedalam lembah kebaikan ini…sehingga mereka mungkin harus memikirkan matang-matang dengan strategi yang bagus pula untuk menjerumuskan Mahasiswa lain ke dalam lembah kebaikan ini…

tp secara pribadi, saya salut dengan mereka yang mengorbankan kuliah hanya untuk berDAKWAH yang belum tentu mendapat simpati dari orang yang di dakwahi, malah akan ada yang mencomooh…

tp pada perjuangan dakwah saat ini dimana kader-kader dakwah sudah mulai banyak dan meningkat, maka Haruslah mereka lulus tepat waktu.. Read the rest of this entry

Ayo Pakai Batik….!!!!


Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. Read the rest of this entry

[Kisah] Utbah bin Ghazwan


Utbah bin Ghazwan berperawakan tinggi dengan muka bercahaya dan rendah hati, termasuk angkatan pertama masuk Islam, ada diantara Muhajirin pertama yang hijrah ke Habsyi, dan yang hijrah ke Madinah. Beliau termasuk pemanah pilihan yang jumlahnya tidak banyak yang telah berjasa besar di jalan Allah.


Beliau adalah orang terakhir dari kelompok tujuh perintis yang bai’at berjanji setia, dengan menjabat tangan kanan Rasulullah dengan tangan kanan mereka, bersedia menghadapi orang-orang Quraisy yang sedang memegang kekuatan kekuasaan yang gemar berbuat zalim dan aniaya. Sejak hari pertama dimulainya da’wah dengan penuh penderitaan dan kesulitan, Utbah dan kawan-kawan telah memegang teguh suatu perinsip hidup yang mulia, yang kemudian menjadi obat dan makanan bagi hati nurani manusia dan telah berkembang luas pada generasi selanjutnya. Utbah ada diantara sahabat yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk Hijrah ke Habsy , tetapi ia begitu rindu kepada Rasulullah sehingga ia tidak betah untuk menetap disana, kembali ia menjelajah daratan dan lautan untuk kembali ke Makah untuk hidup disisi Rasulullah hingga saatnya hijrah ke Madinah. Read the rest of this entry

[Kisah] Ubaid bin Umair


“Apa yang dilakukan Ubaid kepada istriku. Dulu, setiap malam kami lalui ibarat pengantin yang sedang berbulan madu, tetapi sekarang ia telah mengubahnya menjadi seorang ahli ibadah.”

Ubaid bin Umair adalah seorang tabi’in mulia yang sering memberikan petuah. Seringkali orang yang menghadiri majlisnya, tak terkecuali para sahabat, menangis dan terharu biru oleh nasihatnya yang menyentuh kalbu.  Ia adalah hamba Allah yang kekuatan malaikatnya mampu mengalahkan kekuatan setannya, rasa takutnya kepada Allah mampu menundukkan hawa nafsunya. Sehingga, ia bisa menyiramkan rasa takut yang berbuah taubat kepada orang-orang di sekelilingnya. Kisah wanita Mekah yang bertaubat  berikut ini adalah salah satunya.

Suatu ketika, wanita Mekah yang cantik jelita ini melihat wajahnya di cermin. Ia tertakjub dan terkagum dengan kecantikannya yang mempesona. Ia yakin bahwa siapapun pasti akan tergoda ketika melihat pesona kecantikan yang terpancar dari aura wajahnya. Sehingga ia bertanya kepada suaminya,

“Sayang, adakah orang yang tidak tergoda dengan kecantikan wajahku ini?”

“Ya, ada.”

Terperanjat dengan jawaban suaminya, ia kembali bertanya, “Siapa dia?”

“Ubaid bin Umair.”

Karena ingin membuktikan kebenaran atau kekeliruan ucapan suaminya, ia meminta izin, “Kalau begitu, izinkan aku untuk menggodanya.” Read the rest of this entry

%d bloggers like this: