Kesabaran dan Tekad

Icank yang merupakan seorang anak yang pada masa kecilnya hidup dengan kemapanan, akan tetapi disaat Ia mulai akan memasuki studi di SMA atau tepatnya disaat Ia masih duduk di kelas 3 SMP, kehidupan dikeluarganya mulai mengalami surutnya ekonomi dikeluarganya. Pada setiap kehidupan masalah pasang surut akan rizky yang dibeikan oleh Allah adalah sudah biasa, dan itu merupakan suatu ujian. Begitu pula dengan keluarga Icank. Dari yang semasa kecilnya Ia tidak pernah menglami akan kekurangan, tetapi Ia mulai merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang mampu.

Icank merupakan Anak yang cukup pandai dikelasnya, di SMPnya Dia selalu masuk dalam 5 besar peringkat kelas meskipun tidak pernah juara kelas. Ia selalu semangat dalam mencari ilmu dan tidak pernah melupakan kebutuhannya, yaitu Sholat. Ia setiap harinya belajar Setelah Sholat Maghrib dan sebelum Sholat  Subuh. Semenjak duduk di kelas 2 SMP, Ia sudah bias mencari uang sendiri dengan menjadi pengantar Jajanan dan Es Lilin di took-toko atau warung-warung di kampungnya. Pekerjaan tersebut Ia lakukan setelah Shalat Subuh, dan pekerjaan itu berakhir saat Ia sudah memasuki SMA.

Saat Ia duduk dibangku kelas 3 SMP tepatnya pertengahan disemester pertama dikelas 3, sebuah tragedi yang membuatnya selalu kepikiran dan sedih mulai terjadi. Yaitu Ayahnya meninggalkannya entah kemana, Beliau pergi karena desakan dikejar-kejar hutang akibat dari kerugian yang sangat besar.Ia sangat sedih karena setiap malam Ibunya selalu menangis, menangis karena memikirkan Anaknya, hutangnya, suaminya dan kabutuhan makan sehari-harinya. Ayahnya meskipun meninggalkan keluarganya, tetapi tetap Beliau mengirimkan Uang untuk kebutuhan hidup keluarganya. Icank pun meyakinkan dirinya sendiri kalau Ayahnya pergi dan akan kembali lagi.

Hari pengumuman kelulusan hampir tiba, akan tetapi Ayahandanya masih juga belum kembali. Dan Alhamdulillah Ia pun lulus dengan peringkat ke 8 di Sekolahnya. Dan kesedihan menghampirinya lagi, Ia bingung mau melanjutkan sekolah kemana lagi. Dulu waktu SD Ia ingin sekali SMAnya ditempuh di PONDOK PESANTREN. Tapi saat ini kondisinya beda, tidak ada uang untuk melanjutkan sekolah dan semangat untuk melanjutkan sekolah pun mulai pudar. Meskipun kalau melanjutkan sekolah tidak mungkin Ia akan di pondok pesantren karena Ia meras kasihan kepada Ibunya yang sendirian mencari nafkah dan mengasuh adik-Adiknya.

Semangat untuk melanjutkan sekolah pun mulai pudar, Icank ingin mencari pekerjaan untuk membantu Ibunya. Kebanyakan orang-orang di kampungnya memilih untuk tidak menghendaki anaknya sekolah lebih tinggi, mereka lebih mengarahkan kepada anaknya untuk mencari pekerjaan. Akan tetapi hal ini bertentangan dengan Ibunya, Beliau ingin anaknya terus melanjutkan Sekolah meskipun keadaan ekonominya rendah. Bahkan Ibunya menanyakan kepadanya:

Nak, Kamu mau ngelanjutkan SMA dimana?” Tanya Ibunya,

“Udahlah Bu, gk usah. Biar Icank cari kerja aja!!” Jawab Icank dengan yakin,

“Kamu itu harus Sekolah nak. Jangan sampai Kamu putus sekolah hanya karena masalah ekonomi…” Yakinkan Ibunya kepada Icank.

“Tapi bu…keadaan kita kan lagi sulit. Lagian sekolah sekarang mahal-mahal..”Jawab Icank.

“Jangan pikirkan biaya…InsyaAllah, Allah akan memberikan rizkynya kepada kita. Allah lah pengatur Rizky..jadi yakinlah Kepada-Nya..” jawab Ibu.

“Ya udah…Saya gk mau disekolah negeri, saya mau disekolah yang ada pendalaman tentang Islamnya…paling tidak kalau negeri di MAN atau swastanya di SMA Muhammadiyah…tapi keduanya mahal…gimana bu???”

“ Ya sudah di SMA Muhammadiyah aja, masalah biaya sekolah gk usah kamu pikirin nak…” Tegas Ibu.

Dan pada akhirnya Ia pun melanjutkan studinya di SMA Muhammadiyah di kotanya yang merupakan SMA swasta terbaik dikotanya, sebanding dengan SMA negeri terbaik ke-2. dan pada masa kelas 2 SMA, Ayahnya kembali kerumah dengan keadaan yang alhamdulillah baik. Selama menghilang ayahnya ternyata bekerja untuk melunasi hutang dan mondok singkat.

Itulah sebuah tekad seorang Ibunda yang selalu menginginkan anaknya hidup lebih baik darinya dan menginginkan Kesejahteraan kepada anaknya kelak. Tekad orang tua adalah do’a kepada anaknya. Setiap orang tua pasti menginginkan kebaikan kepada anaknya. Dan setiap kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang lebih baik.

About roviul rizal

saya hanyalah manusia yang akan selalu belajar untuk istiqomah

Posted on 24 October 2011, in inspirasi, kisah, uneg-uneg and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. Sayyidah 'Ali

    ini cerita nyata ya??

  2. nampaknya Icank=rizal… hwehwehwe

  3. ini cerita beneran kah..🙂 salam kenal

  4. myfirst adab melalui modul ini, anakanak dapat belajar tentang kejujuran, kebenaran, kesabaran, dan lainlain.

  5. wah, kisah nyata,… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: