Category Archives: artikel islam

Hanya untuk arsip islami

Panduan Hidup | renungan


image

Bismillahirrohmanirrohim..
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmatnya kepada kita.  Nikmat islam, iman dan taqwa.. kpada kita yang memintanya ataupun tidak.. karena Allah lah maha pemberi dan penyayang..

(مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ)
[Surat Ta-Ha : 2]

Jika kita beli peralatan elektronik, maka pasti akan ada Ţāhā:2 – Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; atau manual book yang harus digunakan oleh user agar alat tsb tidak gampang rusak dan agar tetap bekerja dg baik.
Bagitu pula dengan hidup ini.. Allah memberikan manual book untuk manusia yaitu berupa Al-Qur’an.
Kalau kita mau jujur.. sebenarnya Al-Qur’an sbg pedoman hidup itu pasti semua orang paham.. tapi niatan untuk melaksanakan panduan itu yang sering terlupa atau enggan melaksanakannya.. Continue reading Panduan Hidup | renungan

Ketika Ulama Tidak Bisa Dibeli ~Buya HAMKA~


Surat itu pendek. Ditulis oleh Hamka dan ditujukan pada Menteri Agama RI Letjen. H. Alamsyah Ratuperwiranegara. Tertanggal 21 Mei 1981, isinya pemberitahuan bahwa sesuai dengan ucapan yang disampaikannya pada pertemuan Menteri Agama dengan pimpinan MUI pada 23 April, Hamka telah meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum Majeiis Ulama Indonesia (MUI).

Buat banyak orang pengunduran diri Hamka sebagai Ketua Umum MUI mengagetkan. Timbul bermacam dugaan tentang alasan dan latar belakangnya. Agaknya sadar akan kemungkinan percik gelombang yang ditimbulkannya, pemerintah dalam pernyataannya mengharapkan agar mundurnya Hamka “jangan sampai dipergunakan golongan tertentu untuk merusak kesatuan dan persatuan bangsa, apalagi merusak umat lslam sendiri.”

Kenapa Hamka mengundurkan diri? Hamka sendiri  mengungkapkan pada pers, pengunduran dirinya disebabkan oleh fatwa MUI 7 Maret 1981. Fatwa yang dibuat Komisi Fatwa MUI tersebut pokok isinya mengharapkan umat Islam mengikuti upacara Natal, meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa. Menurut K.H.M. Syukri Ghozali, Ketua Komisi Fatwa MUI, fatwa tersebut sebetulnya dibuat untuk menentukan langkah bagi Departemen Agama dalam hal umat Islam. “Jadi seharusnya memang tidak perlu bocor keluar,” katanya. Continue reading Ketika Ulama Tidak Bisa Dibeli ~Buya HAMKA~

Wanita-wanita Luar Biasa


wanita hebatNamanya Ummu Haritsah. Ia mendengar anaknya meninggal dalam perang Badar terkena panah liar. Sebagai seorang ibu, tentu masih ada rasa kehilangan dalam dirinya. Namun ini adalah sosok ibu yang berbeda. Ibu dan wanita yang luar biasa.

Ummu Haritsah tak puas dengan hanya berita itu. Ia pun datang menghadap Rasulullah. Bukan untuk memastikan anaknya benar-benar telah mati. Tetapi untuk mendapatkan jawaban, apakah kematian anaknya itu tergolong syahid hingga membawanya ke surga, atau justru kematian yang mengantarkan ke neraka.

“Wahai Rasulullah,” tanya Ummu Haritsah begitu berhasil menghadap Nabi, “di manakah posisi Haritsah? Jika di surga, maka saya ridha atas kematiannya. Namun jika di neraka saya akan meratapinya agar siksanya diringankan.”

“Wahai Ummu Haritsah,” jawab sang Nabi penuh wibawa, “Sesungguhnya Haritsah anakmu berada di surga Firdaus.”

Subhaanallah. Bukan hanya surga, tetapi surga Firdaus, surga tertinggi, surga terindah. Mendengar itu tenanglah Ummu Haritsah. Kini ia pulang ke rumah dengan senyum merekah dan kebahagiaan yang membuncah. Continue reading Wanita-wanita Luar Biasa

Efek Ruang dan Waktu


Manusia hidup dalam ruang bumi dan waktu sejarah. Bumi dan sejarah adalah panggung kehidupan manusia. Dalam kerangka interaksi antara ketiga unsur itulah –bumi, sejarah, dan manusia- teks diturunkan. Jika bumi terus berputar, sejarah terus naik dan turun, manusia terus berubah, maka mengertilah kita dalam situasi seperti apakah teks itu bekerja.

Teks ‘bekerja’ dalam situasi yang lentur dan cair. Teks bekerja dalam situasi yang bergerak, berubah dan terus mengalir. Dan itu melahirkan ancaman eksistensial! Ancaman bagi eksistensi setiap teks atau narasi apapun bahwa ia tidak punya cukup nafas kebenaran yang memungkinkannya mengikuti gerak perubahan dari aliran kehidupan itu. Ancaman inilah yang sebenarnya menjelaskan mengapa banyak teks atau narasi yang memilikilife cycle atau umur yang pendek dan terbatas.

Seperti sejarah yang mengisi dua pertiga dari lembar-lembar teks Qur’an, begitu juga kata bumibertebaran begitu banyak dalam ayat-ayatnya. Itu untuk menegaskan kepada kita bahwa ruang dan waktu tidak berada dalam kendali manusia sebagai pelaku kehidupan. Itu membatasi kemampuan gerak manusia. Itu menjelaskan apa atinya manusia sebagai makhluk yang terbatas.

Tapi masalah manusia tidak terletak pada keterbatasan itu. Sebab tidak ada pertanggungjawaban dalam ketidakmampuan. Jadi Qur’an memaklumi keterbatasan manusia dan karenanya ia tidak perlu mencemaskannya. Yang dilakukan Qur’an adalah memaklumi bagaimana ruang dan waktu berefek pada kemampuan pergerakan manusia tapi ia juga memastikan bahwa manusia bisa tetap bergerak dalam keterbatasannya. Biasanya kita akan menemukan pola Qur’an seperti ini: makin besar efek ruang dan waktu terhadap suatu masalah, makin umum penjelasannya dan makin sedikit detailnya. Begitu juga sebaliknya: makin kecil efek ruang dan waktu terhadap suatu masalah, makin detil penjelasan Qur’an terhadap masalah itu.

KEMENANGAN DAKWAH


Dalam sebuah perjuangan, pasti akan ada suatu penentang dari jalan perjuangan. Di satu sisi mungkin kita menganggap jalan kita adalah jalan perjuangan. Maka di balik sisi yang kita anggap penentang, mereka juga menganggap mereka menjalankan perjuangan dan kita adalah penentangnya. Itu merupakan suatu hal yang wajar bagi kapasitas kita sebagai manusia. Karena kita mengutamakan ego dan nafsu.
Begitu pula dengan jalan juang dakwah di ranah kampus, menjalankan agenda-agenda dakwah yang sebenarnya memang benar, tetapi banyak kalangan penentang dalam agenda tersebut. Ada 2 hal yang kemungkinan mereka lakukan adalah tidak paham atau memang tidak mau paham. Dan kita tidak bisa menyalahkan mereka begitu saja, kita introspeksi diri kita terlebih dahulu. Akan tetapi tidak sedikit dari kita yang bersuudzon kepada saudara kita yang berbeda golongan, kenapa kita harus mendahulukan suudzon? Coba kita renungkan apa yang telah Rasulullah lakukan. Beliau saja menyuruh kita untuk mentaati pemimpin kita dalam kebaikan dan saling mengingatkan dalam kebenaran. Dari situ terlihat bahwa Rasulullah menunjukkan kepada kita bahwa yang harus kita utamakan adalah husnudzon kepada pemimpin kita, siapapun Dia. Continue reading KEMENANGAN DAKWAH

Kenapa Harus Nyamuk???


..nyamuk..

Nyamuk yang banyak kalangan manusia menganggap adalah suatu makhluk yang tidak memiliki manfaat untuk manusia, hanya merugikan manusia, dan bahkan ada yang memiliki anggapan kalau nyamuk adalah suatu makhluk yang harus dimusnahkan secara total. Mereka (para manusia yang memiliki anggapan seperti itu) hanya melihat suatu hal akan ciptaan Allah pada salah satu aspek, tanpa melihat dari keseluruhan aspeknya.

Oke, hari aspek negative dari manusia sendiri, nyamuk memang sangat mengganggu kita dalam melakukan sesuatu. Didalam sholat, disaat kita sangat akan khusyu’ tiba-tiba nyamuk menghampiri kita dan menghisap darah kita, pasti kita akan terganggu dalam sholat karena bekas yang di suntik oleh jarum nyamuk akan menimbulkan rasa gatal dan kita akan merasa terganggu dengan secara reflek kita akan menggaruknya. Ada yang melihat nyamuk hanya dari nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah saja. Bahkan masih banyak hal-hal yang membuat diri kita semakin kesal akan nyamuk.

Tetapi dari sisi positifnya dapat kita rasakan bahwa dengan suntikan dari nyamuk akan membuat kita akan merasakan nikmatnya dari menggaruk. Menggaruk tidak mesti nikmat lho….coba kita rasakan menggaruk tubuh kita tanpa adanya rasa gatal trlebih dahulu, maka rasa dari garukan itu tidak akan senikmat garukan pada rasa gatal…jadi bersyukurlah kita… Continue reading Kenapa Harus Nyamuk???

SENDIRI


Teman,……sering dalam jenak kehidupan kita lupa memaknai akan kesendirian. Sering muncul keluh kesah dalam lisan kita tatkala tiada lagi saudara yang menyertai tapak kaki kita. Atau keluarnya wajah-wajah masam tatkala tiada lagi tempat berkeluh kesah, tiada lagi penampung cerita kita. Bahkan sering dengan kesendirian itu memundurkan langkah kita dari aktifitas yang selam ini kita lakukan.

Teman……kita juga sering tiada menyadari dan mengakui nikmatnya sebuah kesendirian. Kesendirian untuk mencintai RabbNya, kesendirian dalam mengiqob diri, kesendirian untuk menangisi betapa banyak nikmat yang terlupa kita syukuri, kesendirian untuk memunguti keping-keping cintaNya yang tersebar di muka bumi.

Teman.…. Kalaulah kita mau berhenti sejenak. Menatap dan merunduki ayat-ayatnya maka akan kita temukan bahwasanya kesendirian adalah sebuah sunatullah. Kesendirian itulah yang nantinya akan menemani setiap langkah Continue reading SENDIRI