Category Archives: kisah

Perjalanan tak terencana


Perjalanan tak terencana.. mungkin itu yang secara tidak sengaja menghampiriku dengan kawan-kawan. Bermula dari niatku untuk renang dengan mengajak temen kontrakan (kurniawan, firdaus, miftah, winanto dan yanuar), akan tetapi kita dengar info bahwa adek-adek FORKITA (Forum Kajian Islam Fakultas Teknologi Pertanian) mengajak kita untuk gabung ke gunung Kelud untuk rihlah.. sehingga membuat 2 kubu d kontrakan, ada yg mau ikut dan gk ikut. Karena gk semua mantan FORKITA.
Tiba tiba ada yang nyentil bilang. “Ke rumaahmu aja zal di jember gmna??”.
Semua fokus langsung tertuju kesitu dan menjawab usulan itu.. “iya kesana aja yuk.. kayaknya seruan kesana kan ada PAPUMA”. dan akhirnya tanpa aku meng”iya”kan akhirnya mereka setuju.
Tapi aku yang mulai bingung.. rumah di jember sudah tak berpenghuni, karena sudah pindah ke kalimantan semua. Dan rumahpun sudah agak rapuh dan kotor berdebu. Akhirnya aku bilang dulu kondisi rumah ke temen2. Dan jawaban mereka adalah “gapaapa buat uji nyali juga.. hehe”. Maklum,dari mereka semua kan ada yang tau kalo rumahku sudah tak berpenghuni hampir 3 tahun setelaah Budhe meninggal. Read the rest of this entry

Advertisements

Ketika Ulama Tidak Bisa Dibeli ~Buya HAMKA~


Surat itu pendek. Ditulis oleh Hamka dan ditujukan pada Menteri Agama RI Letjen. H. Alamsyah Ratuperwiranegara. Tertanggal 21 Mei 1981, isinya pemberitahuan bahwa sesuai dengan ucapan yang disampaikannya pada pertemuan Menteri Agama dengan pimpinan MUI pada 23 April, Hamka telah meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum Majeiis Ulama Indonesia (MUI).

Buat banyak orang pengunduran diri Hamka sebagai Ketua Umum MUI mengagetkan. Timbul bermacam dugaan tentang alasan dan latar belakangnya. Agaknya sadar akan kemungkinan percik gelombang yang ditimbulkannya, pemerintah dalam pernyataannya mengharapkan agar mundurnya Hamka “jangan sampai dipergunakan golongan tertentu untuk merusak kesatuan dan persatuan bangsa, apalagi merusak umat lslam sendiri.”

Kenapa Hamka mengundurkan diri? Hamka sendiri  mengungkapkan pada pers, pengunduran dirinya disebabkan oleh fatwa MUI 7 Maret 1981. Fatwa yang dibuat Komisi Fatwa MUI tersebut pokok isinya mengharapkan umat Islam mengikuti upacara Natal, meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa. Menurut K.H.M. Syukri Ghozali, Ketua Komisi Fatwa MUI, fatwa tersebut sebetulnya dibuat untuk menentukan langkah bagi Departemen Agama dalam hal umat Islam. “Jadi seharusnya memang tidak perlu bocor keluar,” katanya. Read the rest of this entry

Wanita-wanita Luar Biasa


wanita hebatNamanya Ummu Haritsah. Ia mendengar anaknya meninggal dalam perang Badar terkena panah liar. Sebagai seorang ibu, tentu masih ada rasa kehilangan dalam dirinya. Namun ini adalah sosok ibu yang berbeda. Ibu dan wanita yang luar biasa.

Ummu Haritsah tak puas dengan hanya berita itu. Ia pun datang menghadap Rasulullah. Bukan untuk memastikan anaknya benar-benar telah mati. Tetapi untuk mendapatkan jawaban, apakah kematian anaknya itu tergolong syahid hingga membawanya ke surga, atau justru kematian yang mengantarkan ke neraka.

“Wahai Rasulullah,” tanya Ummu Haritsah begitu berhasil menghadap Nabi, “di manakah posisi Haritsah? Jika di surga, maka saya ridha atas kematiannya. Namun jika di neraka saya akan meratapinya agar siksanya diringankan.”

“Wahai Ummu Haritsah,” jawab sang Nabi penuh wibawa, “Sesungguhnya Haritsah anakmu berada di surga Firdaus.”

Subhaanallah. Bukan hanya surga, tetapi surga Firdaus, surga tertinggi, surga terindah. Mendengar itu tenanglah Ummu Haritsah. Kini ia pulang ke rumah dengan senyum merekah dan kebahagiaan yang membuncah. Read the rest of this entry

Kisah Inspiratif | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma


Dari Nafi’ pelayan Ibnu Umar berkata, “Apabila Ibnu Umar sangat mengagumi sesuatu dari hartanya, niscaya ia akan mempersembahkannya kepada Allah Ta’ala.” Nafi’ berkata, “Dan hamba sahayanya mengetahui akan hal itu lalu ada salah seorang dari budak-budaknya bersemangat untuk beribadah di masjid, dan ketika Ibnu Umar melihat keadaan dirinya yang bagus tersebut, maka dia memerdekakan hamba tersebut, namun para sahabatnya berkata kepadanya, ‘Wahai Abu Abdurrahman, demi Allah, tidaklah mereka itu kecuali hanya membohongimu.’ Ibnu Umar menjawab, ‘Barangsiapa yang berdusta terhadap kami karena Allah niscaya kami tertipu karenaNya’.” ( Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam al-Hilyah, 1/294)

Ayyub bin Wa’il berkata, “Ibnu Umar diberikan sepuluh ribu riyal lalu ia membagi-bagikan harta tersebut, lalu keesokan harinya ia meminta makanan untuk binatang yang dikendarainya dengan harga satu dirham utang,” (Shifat ash-Shafwah)

Dan dari Nafi’ ia berkata, “Apabila Ibnu Umar membagi-bagikan tiga puluh ribu dalam suatu majelis, kemudian tiba bulan baru, pastilah ia tidak makan sepotong daging pun.” (Hayat ash-Shahabah)

Abu Nuaim meriwayatkan dari Muhammad bin Qais, ia berkata, “Tidaklah Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma makan kecuali bersama orang-orang miskin, hingga hal tersebut mempengaruhi kesehatan tubuhnya.”

Dan dari Abu Bakar bin Hafsh, “Bahwasanya tidaklah Abdullah bin Umar makan dengan suatu makanan kecuali bersama seorang anak yatim.” Read the rest of this entry

Kesabaran dan Tekad


Icank yang merupakan seorang anak yang pada masa kecilnya hidup dengan kemapanan, akan tetapi disaat Ia mulai akan memasuki studi di SMA atau tepatnya disaat Ia masih duduk di kelas 3 SMP, kehidupan dikeluarganya mulai mengalami surutnya ekonomi dikeluarganya. Pada setiap kehidupan masalah pasang surut akan rizky yang dibeikan oleh Allah adalah sudah biasa, dan itu merupakan suatu ujian. Begitu pula dengan keluarga Icank. Dari yang semasa kecilnya Ia tidak pernah menglami akan kekurangan, tetapi Ia mulai merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang mampu.

Icank merupakan Anak yang cukup pandai dikelasnya, di SMPnya Dia selalu masuk dalam 5 besar peringkat kelas meskipun tidak pernah juara kelas. Ia selalu semangat dalam mencari ilmu dan tidak pernah melupakan kebutuhannya, yaitu Sholat. Ia setiap harinya belajar Setelah Sholat Maghrib dan sebelum Sholat  Subuh. Semenjak duduk di kelas 2 SMP, Ia sudah bias mencari uang sendiri dengan menjadi pengantar Jajanan dan Es Lilin di took-toko atau warung-warung di kampungnya. Pekerjaan tersebut Ia lakukan setelah Shalat Subuh, dan pekerjaan itu berakhir saat Ia sudah memasuki SMA. Read the rest of this entry

[Kisah] Utbah bin Ghazwan


Utbah bin Ghazwan berperawakan tinggi dengan muka bercahaya dan rendah hati, termasuk angkatan pertama masuk Islam, ada diantara Muhajirin pertama yang hijrah ke Habsyi, dan yang hijrah ke Madinah. Beliau termasuk pemanah pilihan yang jumlahnya tidak banyak yang telah berjasa besar di jalan Allah.


Beliau adalah orang terakhir dari kelompok tujuh perintis yang bai’at berjanji setia, dengan menjabat tangan kanan Rasulullah dengan tangan kanan mereka, bersedia menghadapi orang-orang Quraisy yang sedang memegang kekuatan kekuasaan yang gemar berbuat zalim dan aniaya. Sejak hari pertama dimulainya da’wah dengan penuh penderitaan dan kesulitan, Utbah dan kawan-kawan telah memegang teguh suatu perinsip hidup yang mulia, yang kemudian menjadi obat dan makanan bagi hati nurani manusia dan telah berkembang luas pada generasi selanjutnya. Utbah ada diantara sahabat yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk Hijrah ke Habsy , tetapi ia begitu rindu kepada Rasulullah sehingga ia tidak betah untuk menetap disana, kembali ia menjelajah daratan dan lautan untuk kembali ke Makah untuk hidup disisi Rasulullah hingga saatnya hijrah ke Madinah. Read the rest of this entry

[Kisah] Ubaid bin Umair


“Apa yang dilakukan Ubaid kepada istriku. Dulu, setiap malam kami lalui ibarat pengantin yang sedang berbulan madu, tetapi sekarang ia telah mengubahnya menjadi seorang ahli ibadah.”

Ubaid bin Umair adalah seorang tabi’in mulia yang sering memberikan petuah. Seringkali orang yang menghadiri majlisnya, tak terkecuali para sahabat, menangis dan terharu biru oleh nasihatnya yang menyentuh kalbu.  Ia adalah hamba Allah yang kekuatan malaikatnya mampu mengalahkan kekuatan setannya, rasa takutnya kepada Allah mampu menundukkan hawa nafsunya. Sehingga, ia bisa menyiramkan rasa takut yang berbuah taubat kepada orang-orang di sekelilingnya. Kisah wanita Mekah yang bertaubat  berikut ini adalah salah satunya.

Suatu ketika, wanita Mekah yang cantik jelita ini melihat wajahnya di cermin. Ia tertakjub dan terkagum dengan kecantikannya yang mempesona. Ia yakin bahwa siapapun pasti akan tergoda ketika melihat pesona kecantikan yang terpancar dari aura wajahnya. Sehingga ia bertanya kepada suaminya,

“Sayang, adakah orang yang tidak tergoda dengan kecantikan wajahku ini?”

“Ya, ada.”

Terperanjat dengan jawaban suaminya, ia kembali bertanya, “Siapa dia?”

“Ubaid bin Umair.”

Karena ingin membuktikan kebenaran atau kekeliruan ucapan suaminya, ia meminta izin, “Kalau begitu, izinkan aku untuk menggodanya.” Read the rest of this entry

Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna


Buku: Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna.

Penulis: Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris.

***

Aktifitas-aktifitas politik yang pernah Beliau lakukan bersama para ikhwah, di antaranya:

  1. Di sela-sela keberangkatan Naqrasy menemui Dewan Keamanan PBB, Imam Hasan Al-Banna mengundang seluruh lapisan masyarakat Mesir untuk mendatangi masjid-masjid sewaktu pelaksanaan shalat zhuhur untuk mendengarkan orasi umum membahas sengketa lembah sungai Nil, kemudian Imam Hasan Al-Banna memimpin demonstrasi yang diprakarsai oleh Al-Azhar menuntut penyelesaian segera masalah-masalah yang menimpa Mesir.
  2. Imam Hasan Al-Banna mengirimkan telegram pada Naqrasyi guna memprioritaskan penundaan pembahasan sengketa lembah sungai Nil dan menuntutnya agar fokus terlebih dahulu pada pembatalan perjanjian 1936, menabuh genderang “jihad” mengusir secara paksa penjajah Inggris dari tanah Mesir serta pernyatan bahwa Ikhwanul Muslimin telah siap maju ke medan jihad.
  3. Derasnya gelombang aksi protes, unjuk rasa dan demonstrasi rakyat Mesir membuat pemerintah Mesir dan pemerintah Inggris tertekan, sehingga memaksa mereka berpikir keras untuk bersedia membatalkan perjanjian dan nota kesepahaman 1936.
  4. Aktifitas dan kerja politik lain yang dilakoni Imam Hasan Al-Banna adalah pengiriman delegasi-delegasi politik yang mengurus pembebasan Mesir dari penjajahan dan kolonialisme.
  5. Pemusnahan semua hal yang berkaitan dengan Inggris di Mesir, ketika setiap anggota ikhwan di masing-masing provinsi mengumpulkan semua buku-buku, majalah-majalah dan surat kabar berbahasa Inggris setelah itu dibakar di lapangan-lapangan umum sebagai bentuk aksi protes terhadap kebijakan politik koloialis Inggris.
  6. Penugasan delegasi-delegasi untuk menyerukan pemboikotan semua tulisan berbahasa Inggris serta pemusnahan semua spanduk, baliho dan papan pengumuman berbahasa Inggris yang terpampang di berbagai institusi, pusat-pusat perdagangan dan sebagainya, lalu menggantinya dengan spanduk-spanduk berbahasa Arab. Read the rest of this entry

Pemimpin Pembelajar (1)


“Man is not the creature of circumstances; circumstances are the creatures of men.” –Benjamin Disraeli–

Menurut sebuah pepatah Arab, kita tak akan pernah bisa memberikan apa yang kita tidak punya. Untuk berinfak kita harus beruang. Untuk mengajar kita harus berilmu. Untuk melindungi kita harus kuat. Lalu, untuk memimpin apa yang mesti kita punya? Citra diri sebagai manusia merdeka!

Sebelum mampu memimpin orang lain, kemampuan memimpin diri sendiri adalah keniscayaan. Ada yang menyebut kompetensi ini sebagai self-leadership, self-mastery, atau personal mastery. Intinya adalah kemampuan untuk menjadi tuan atas diri sendiri, berangkat dari keyakinan, conviction, bahwa bukanlah lingkungan yang menciptakan kita, melainkan kitalah yang menciptakan lingkungan, bahwa diri kita adalah subjek sedangkan lingkungan adalah objek, dan bukan sebaliknya. Sebuah kesadaran atas kemerdekaan hakiki, a free will, yang telah Allah karuniakan, yang membedakan kita dari beragam makhlukNya yang lain, sebagaimana firmanNya: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS. Asy Syams: 8-10). Read the rest of this entry

DIALOG RASULULLAH DENGAN IBLIS LAKNATULLAH


Kepada sahabatku semua….. ambilah pengajaran dari peristiwa di bawah ini. Dan ketahuilah jika kita mengetahui strategi lawan kita, maka lebih cerah peluang kita untuk mengalahkan mereka……

Allah swt telah memerintahkan seorang Malaikat berjumpa Iblis supaya dia berjumpa dengan Rasulullah s.a.w untuk memberitahu segala rahsianya; samada yang disukai mahupun yang dibencinya.

Hikmatnya ialah untuk meninggikan darjat Nabi Muhammad s.a.w dan juga sebagai peringatan dan Read the rest of this entry

%d bloggers like this: