Category Archives: renungan

Panduan Hidup | renungan


image

Bismillahirrohmanirrohim..
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmatnya kepada kita.  Nikmat islam, iman dan taqwa.. kpada kita yang memintanya ataupun tidak.. karena Allah lah maha pemberi dan penyayang..

(مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ)
[Surat Ta-Ha : 2]

Jika kita beli peralatan elektronik, maka pasti akan ada Ţāhā:2 – Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; atau manual book yang harus digunakan oleh user agar alat tsb tidak gampang rusak dan agar tetap bekerja dg baik.
Bagitu pula dengan hidup ini.. Allah memberikan manual book untuk manusia yaitu berupa Al-Qur’an.
Kalau kita mau jujur.. sebenarnya Al-Qur’an sbg pedoman hidup itu pasti semua orang paham.. tapi niatan untuk melaksanakan panduan itu yang sering terlupa atau enggan melaksanakannya.. Read the rest of this entry

Advertisements

Efek Ruang dan Waktu


Manusia hidup dalam ruang bumi dan waktu sejarah. Bumi dan sejarah adalah panggung kehidupan manusia. Dalam kerangka interaksi antara ketiga unsur itulah –bumi, sejarah, dan manusia- teks diturunkan. Jika bumi terus berputar, sejarah terus naik dan turun, manusia terus berubah, maka mengertilah kita dalam situasi seperti apakah teks itu bekerja.

Teks ‘bekerja’ dalam situasi yang lentur dan cair. Teks bekerja dalam situasi yang bergerak, berubah dan terus mengalir. Dan itu melahirkan ancaman eksistensial! Ancaman bagi eksistensi setiap teks atau narasi apapun bahwa ia tidak punya cukup nafas kebenaran yang memungkinkannya mengikuti gerak perubahan dari aliran kehidupan itu. Ancaman inilah yang sebenarnya menjelaskan mengapa banyak teks atau narasi yang memilikilife cycle atau umur yang pendek dan terbatas.

Seperti sejarah yang mengisi dua pertiga dari lembar-lembar teks Qur’an, begitu juga kata bumibertebaran begitu banyak dalam ayat-ayatnya. Itu untuk menegaskan kepada kita bahwa ruang dan waktu tidak berada dalam kendali manusia sebagai pelaku kehidupan. Itu membatasi kemampuan gerak manusia. Itu menjelaskan apa atinya manusia sebagai makhluk yang terbatas.

Tapi masalah manusia tidak terletak pada keterbatasan itu. Sebab tidak ada pertanggungjawaban dalam ketidakmampuan. Jadi Qur’an memaklumi keterbatasan manusia dan karenanya ia tidak perlu mencemaskannya. Yang dilakukan Qur’an adalah memaklumi bagaimana ruang dan waktu berefek pada kemampuan pergerakan manusia tapi ia juga memastikan bahwa manusia bisa tetap bergerak dalam keterbatasannya. Biasanya kita akan menemukan pola Qur’an seperti ini: makin besar efek ruang dan waktu terhadap suatu masalah, makin umum penjelasannya dan makin sedikit detailnya. Begitu juga sebaliknya: makin kecil efek ruang dan waktu terhadap suatu masalah, makin detil penjelasan Qur’an terhadap masalah itu.

ialah PedomanQ


Ia adl skumpulan kalimat
ia adl skumpulan pngingat
ia adl skumpulan pesan
ia adl sebuah aturan

dunia trdapat di dalamnya
sbuah pngetahuan yg nyata
bagaikan plihan di plupuk mata
untk insan yg brtanya

suara merdu keluar saat membcax
hatipun brgetar saat mendngarnya
bgtu indah syair d dalamnya
alangkah tenang jikalau kurasa
ialah AL-QUR’AN sbg ped0man

Kenapa Harus Nyamuk???


..nyamuk..

Nyamuk yang banyak kalangan manusia menganggap adalah suatu makhluk yang tidak memiliki manfaat untuk manusia, hanya merugikan manusia, dan bahkan ada yang memiliki anggapan kalau nyamuk adalah suatu makhluk yang harus dimusnahkan secara total. Mereka (para manusia yang memiliki anggapan seperti itu) hanya melihat suatu hal akan ciptaan Allah pada salah satu aspek, tanpa melihat dari keseluruhan aspeknya.

Oke, hari aspek negative dari manusia sendiri, nyamuk memang sangat mengganggu kita dalam melakukan sesuatu. Didalam sholat, disaat kita sangat akan khusyu’ tiba-tiba nyamuk menghampiri kita dan menghisap darah kita, pasti kita akan terganggu dalam sholat karena bekas yang di suntik oleh jarum nyamuk akan menimbulkan rasa gatal dan kita akan merasa terganggu dengan secara reflek kita akan menggaruknya. Ada yang melihat nyamuk hanya dari nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah saja. Bahkan masih banyak hal-hal yang membuat diri kita semakin kesal akan nyamuk.

Tetapi dari sisi positifnya dapat kita rasakan bahwa dengan suntikan dari nyamuk akan membuat kita akan merasakan nikmatnya dari menggaruk. Menggaruk tidak mesti nikmat lho….coba kita rasakan menggaruk tubuh kita tanpa adanya rasa gatal trlebih dahulu, maka rasa dari garukan itu tidak akan senikmat garukan pada rasa gatal…jadi bersyukurlah kita… Read the rest of this entry

DO (Dakwah Oriented) ==> DO (Drop Out)….Jangan sampai !!!!


Melihat realita yang terjadi pada zaman-zaman dmana dakwah mungkin masih baru memasuki kampus, banyak mahasiswa yang akan memperoleh double degre, yaitu sarjana … dan da’i kebanyakan dari mereka lulus melebihi target yang sudah mereka tentukan…

begitu besar perjuangan mereka (meskipun masih kecil di banding zaman dahulu) dalam berdakwah di kampus-kampus, sehingga merekaharus menunda kelulusan dan bahkan tidak banyak dari mereka yang DO (Dakwah Oriented) bahkan yang dihasilkan pun banyak yang DO (Drop Out) juga dari kampus mereka…

entah apayang membuat mereka bisa sampai DO, apakah memang militansi mereka kepada islam atau kurangnya menejemen untuk mengatur waktu mereka..sungguh seorang muslim seharusnya bisa memenejemen waktu mereka, sehingga semuanya bisa teratur. tp memang keadaan yang memaksanya, dimna dalam dakwah ini hanya sedikit yang dapat di “JERUMUSKAN” kedalam lembah kebaikan ini…sehingga mereka mungkin harus memikirkan matang-matang dengan strategi yang bagus pula untuk menjerumuskan Mahasiswa lain ke dalam lembah kebaikan ini…

tp secara pribadi, saya salut dengan mereka yang mengorbankan kuliah hanya untuk berDAKWAH yang belum tentu mendapat simpati dari orang yang di dakwahi, malah akan ada yang mencomooh…

tp pada perjuangan dakwah saat ini dimana kader-kader dakwah sudah mulai banyak dan meningkat, maka Haruslah mereka lulus tepat waktu.. Read the rest of this entry

SENDIRI


Teman,……sering dalam jenak kehidupan kita lupa memaknai akan kesendirian. Sering muncul keluh kesah dalam lisan kita tatkala tiada lagi saudara yang menyertai tapak kaki kita. Atau keluarnya wajah-wajah masam tatkala tiada lagi tempat berkeluh kesah, tiada lagi penampung cerita kita. Bahkan sering dengan kesendirian itu memundurkan langkah kita dari aktifitas yang selam ini kita lakukan.

Teman……kita juga sering tiada menyadari dan mengakui nikmatnya sebuah kesendirian. Kesendirian untuk mencintai RabbNya, kesendirian dalam mengiqob diri, kesendirian untuk menangisi betapa banyak nikmat yang terlupa kita syukuri, kesendirian untuk memunguti keping-keping cintaNya yang tersebar di muka bumi.

Teman.…. Kalaulah kita mau berhenti sejenak. Menatap dan merunduki ayat-ayatnya maka akan kita temukan bahwasanya kesendirian adalah sebuah sunatullah. Kesendirian itulah yang nantinya akan menemani setiap langkah Read the rest of this entry

%d bloggers like this: